PROFIL

 KONDISI UNIVERSITAS MAHENDRADATTA DAN PERKEMBANGANNYA

Arah Perkembangan Universitas Mahendradatta, yang sudah diaplikasikan dalam Renstra 2005-2010 dengan visi Pendidikan Nasional yakni “Insan Indonesia Yang Cerdas dan Kompetitif.” Selain itu, Universitas Mahendradatta sendiri pada peringatan Dies Natalis Unmar ke-46 pada tanggal 17 Januari 2009 juga telah mencanangkan sebuah cita – cita dan mimpi dari Universitas Mahendradatta bagi Bali yakni “ BALI INTELEKTUAL 2020 “.

Untuk itulah Universitas Mahendradatta dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa yang ditataran globalisasi. Universitas Mahendradatta sebagai salah satu institusi yang mengelola pendidikan tinggi senantiasa melakukan pembenahan dan  perbaikan secara terus menerus berkesinambungan dengan usianya yang dewasa. Universitas Mahendradatta Denpasar telah melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi baik dalam bentuk penelitian, kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kegiatan – kegiatan yang bersifat akademis dengan memanfaatkan jaringannya baik ditingkat lokal, nasional dan internasional.

  1. BIDANG KELEMBAGAAN

Universitas Mahendradatta Denpasar didirikan pada tanggal 17 Januari 1963 berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pergetahuan Nomor 104  Tanggal 9 Agustus 1962 dan dikuatkan melalui SK Presiden Republik Indonesia Nomor: 8 Tanggal 31 Januari 1963. Sehingga dalam sejarahnya Universitas Mahendratta yang dulunya bernama Universitas Marhaen, adalah perguruan tinggi yang didirikan atas ide dari pendiri bangsa Indonesia yakni Bung Karno yang disampaikan pada sahabat perjuangannya dalam bidang politik yakni (alm) Shri Wedastera Suyasa yang juga kita kenal sebagai pendiri Universitas Marhaen yang sejak jaman Orde Baru berganti nama menjadi Universitas Mahendradatta. Dan satu hal penting yang mungkin tidak diketahui oleh khalayak umum, bahwasanya (alm) Shri Wedastera Suyasa, jauh sebelum mendirikan Unmar ditahun 1963 bahwa beliau turut memberikan sumbangan pikirannya serta kepercayaan dari Bung Karno sahabatnya, untuk ikut mendorong terbentuknya Fakultas Sastra Univ.Udayana ( cikal bakal Univ.Udayana ) dan lembaga Hindu yakni Parisadha Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) yang akhirnya diakui oleh pemerintah RI pada tahun 1959.

Dan terkait dengan turunnya izin Presiden Republik Indonesia ditahun 1962 oleh Yayasan Mahendradatta, Universitas Mahendradatta merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama dan tertua di Bali bahkan di Indonesia Timur. Universitas Mahendradatta saat ini menyelenggarakan Program Sarjana dan Program Pasca Sarjana. Untuk Program Sarjana (S1) meliputi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ditahun 2007 Universitas Mahendradatta diperkenankan menyelenggarakan program studi Pasca Sarjana ( S2 ) Konsentrasi Ilmu Hukum Pemerintahan dengan terbitnya  Surat Keputusan Tentang  Izin Dikti Nomor: 2071/D/T/2007 Tanggal 1 Agustus 2007 terkait izin penyelenggaran Program Pasca Sarjana Hukum Pemerintahan.

  1. FILOSOPHI

Di Indonesia, dari sekian banyak perguruan tinggi atau Universitas yang menggunakan simbol sejarah, hanya Universitas inilah yang dengan gagah berani mencantumkan nama seorang Ratu, seorang Ibu yakni Dewi Mahendradatta yang merupakan permaisuri Raja Udayana. Ini merupakan satu kebanggaan bahwa dari Mahendradatta adalah sebuah perguruan tinggi yang feminim yang nantinya akan melahirkan para intelektual bangsa dari rahim seorang ibu suci yang berhasil menyatukan Jawa Dwipa dan Bali Dwipa. Terlebih Universitas ini memakai lambang dari sebuah situs peninggalan Bali Kuno yakni Pratima Durga yang saat ini terdapat di Pura Durga Kutri Gianyar, yang menjadi satu-satunya simbol pemujaan Durga yang dalam Itihasa Mahabarata, bahwa Dewi Durga adalah penguasan zaman ini, zaman kali. Bahkan dalam sejarah dicatat, tidak akan ada peperangan yang bisa dimenangkan tanpa mendapatkan restu dari Dewi Durga. Dan hal itu berulang kembali pada sejarah Bali, bahwa tidak ada persatuan Jawa dan Bali dan peperangan yang bisa ditaklukan, tanpa mendapat restu dari Ratu Mahendradatta. Sehingga berbanggalah sekalian, dengan makna dan filosophi yang diemban oleh Universitas ini.

  3.   BIDANG PENGEMBANGAN AKADEMIK PARA DOSEN

Dalam upaya peningkatan pengembagan tingkat akademik para dosen, hal ini dilakukan dengan menghadirkan dosen-dosen dari PTN (akademisi) dan para praktisi-praktisi (profesi) yang terkait dengan keilmuannya. Adanya dosen-dosen yang sudah diklasifikasikan Strata Dua (S2) sudah mencapai 90%. Dan 3 orang dosen sedang mengikuti  Program Doktor (S3) dan kini Unmar diperkuat dengan 4 orang tenaga pengajar dari unsur Guru Besar bergelar profesor doktor.

4.     BIDANG TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

 1.       BIDANG PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Salah satu amanah HELTS 2003-2010 yang dikeluarkan Dikti April 2003, setiap perguruan tinggi agar berusaha keras memperkuat daya saing bangsa. Amanat tesebut berupa konsep yang memerlukan jabaran strategi dan operasional yang lebih rinci  untuk dapat dilaksanakan di setiap perguruan tinggi secara bertahap, berjenjang dan berkesinambungan sesuai dengan visi serta kemampuan Perguruan Tinggi yang bersangkutan.

Pelaksanaan proses belajar mengajar di Universitas Mahendradatta Denpasar pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan PTN/PTS yang ada. Seperti apa yang di amanatkan UU No: 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP RI No:19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sejauh tahun 2006 Universitas Mahendradatta secara konsisten mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) disamping KBK

Pembelajaran yang menitik beratkan kepada” Proses  Belajar” yang dipahami bertumpu pada aktivitas belajar mahasiswa (Central Learning/ CL), yaitu suatu untuk pembelajaran yang pada intinya mengarahkan mahasiswa untuk bertambah pikiran, keterampilan, dan sikapnya menurut kapasitasnya dan dosen-dosen berperan sebagai fasilitator dan motivator.

Universitas Mahendradatta sebagai  PTS Pertama di Bali tetap mengaplikasikan ketentuan Perundangan misalnya UU No 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, secara konsisten dengan konsep-konsep yang jelas untuk mewujudkan visi dan misi,menuju PTS Universitas Mahendradatta yang berkualitas dan mandiri. Pendidikan pengajaran di Universitas Mahendradatta, tetap mempertahankan kualitas penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pengajaran melalui  pelayanan akademik mahasiswa, peningkatan pengawasan terhadap kehadiran dosen, ketersediaan SAP dan perbaikan evaluasi mahasiswa.

  2.      BIDANG PENELITIAN

Dalam Tridarma Ke 2 ini (penelitian) dapat melihat tentang eksistensi perguruan tinggi itu sendiri maju. Perguruan tinggi dapat di nilai dalam kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh dosen-dosen maupun oleh badan atau lembaga sayap Universitas Mahendradatta Denpasar. Oleh karenanya untuk meningkatkan animo para dosen dalam membuat tulisan ilmiah, maka unmar membangkitkan kembali penerbitan Jurnal Ilmiah Universitas  Mahendradatta ISSN:0854-9036.

Penelitian dalam tahun 2008-2009 umumnya masih bersifat individu dalam rangka kenaikan pangkat dan jabatan akademik (fungsional dosen). Kedepan Universitas melalui Biro penelitian dan pengembangan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari penelitian – penelitian yang ada.

Pada tahun 2009 tepatnya pada tanggal 17 Januari 2009, Universitas Mahendradatta berkerjasama dengan Yayasan Pengkaderan Shri Wedastera Suyasa meluncurkan sebuah buku yang berjudul Shri Wedastera Suyasa Dalam Politik-Politik Orang Bali, 1962-1972, Politik Kharismatik hingga Aktivitas – Aktivitas Sosial Edukasional yang disusun oleh Prof.Max Lane yang merupakan hasil penelitian tesis di Sydney University pada tahun 1972. Dan dengan terbitnya buku baru pertama kali dalam sejarah manusia Bali, seorang tokoh pendidikan Bali ditulis oleh peneliti asing yang mempunyai tingkat kredibilitas yang tinggi. Terutama sejak peneliti ini yakni Max Lane menjadi salah satu Indonesianis dan ahli politik dan sosial didunia.

  3.      BIDANG PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Universitas Mahendradatta sebagai lembaga ilmiah dan swadharmanya sebagai perguruan Tinggi harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat sebagai wujud kepedulian atas fenomena-fenomena yang ada di masyarakat, serta menjalin kerjasama, keakraban hubungan antara lembaga perguruan Tinggi dengan masyarakat. Kegiatan pegabdian kepada masyarakat yang merupakan kegiatan Dharma ketiga dan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai wujud nyata kepedulian Perguruan Tinggi dalam memecahkan, suatu permasalahan-permasalahan yang dibudayakan Masyarakat. Dimana Universitas Mahendradatta Denpasar secara periodik mengadakan kerja sosial, bakti-sosial, kajian , penerbitan buku, seminar dan studi banding serta kegiatan lain yang berkaitan pengabdian pada masyarakat diskala nasional dan internasional. Selain itu sejak tahun 2002 hingga saat ini, bekerjasama dengan donatur dan Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) telah menyalurkan 627 beasiswa antar agama S1 senilai lebih dari Rp 11 Milyar rupiah. Dan yang menggembirakan bahwa ide dan pemikiran dari Unmar akhirnya diadopsi secara terbuka oleh perguruan tinggi lainnya di Bali. Ini menjadi kebanggaan, bahwa gerakan unmar telah menginspirasi.

5.  BIDANG PRASARANA DAN SARANA

Prasarana dan sarana merupakan salah satu komponen proses pendidikan di Universitas Mahendaradatta senantiasa berupaya melengkapi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar mahasiswa lebih nyaman. Saat ini 4 (empat ) fakultas yang dimiliki oleh Unmar telah memiliki sejumlah laboratorium penunjang, diantaranya : Laboratorium Komputer, Laboratorium Akuntasi, Laboratorium Teknik Industri dan Laboratorium Bahasa Inggris. Disamping itu, Universitas Mahendradatta akan segera membuka sebuah Laboratorium Sosial Politik yang nantinya akan berisikan koleksi – koleksi langka yang berasal dari 5 Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

6.  BIDANG KEMAHASISWAAN

Dalam rangka pembinaan dibidang kemahasiswaan kami lakukan sejak program penerimaan Mahasiswa baru dengan harapan agar adanya keseimbangan yang selaras dan serasi antara kegiatan yang bersifat intra dan ekstra kurikuler. Dengan kebijakan pengembangan kemahasiswaan selalu diarahkan  kepada pemberdayaan mahasiswa dibidang penalaran ilmiah, bakat dan minat untuk membangun dan mengembangkan sikap percaya diri yang nantinya dapat membentuk pribadi yang mandiri dan maupun berkiprah bukan saja di Kampus melainkan sanggup dan responsif terhadap kondisi dan situasi di masyarakat. Pemikiran kemahasiswaan dibidang penilaian, kami lakukan kedepan untuk membentuk UKM dibidang olah raga, seni ,budaya agama dan jurnalistik. Dan astungkara, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Universitas Mahendradatta kini dikenal sebagai BEM paling aktif di Bali bahkan melebih BEM di Perguruan  Tinggi Negeri. Hal ini dengan tingkat partisipasi dan penyelenggaraan acara bekerjasama dengan

jejaring Universitas yang berdasarkan data ditahun 2008, jumlah kegiatan yang diadakan oleh BEM adalah lebih dari 114 buah kegiatan pertahun yang itu berarti BEM Unmar melaksanakan atau berpartisipasi  kegiatan kemasyarakat minimal 2 kali dalam satu minggu. Pengakuan atas prestasi BEM Unmar ini datang dari para komponen masyarakat baik pemerintah, LSM/NGO serta jejaring baik dalam dan luar negeri.

7.  BIDANG INTERNASIONAL

Dalam bidang Internasional, Universitas Mahendradatta secara rutin menyelenggarakan kegiatan seminar dan kajian dengan melibatkan praktisi dan tokoh dari berbagai latar belakang dari mancanegara. Dan pada tahun 2008-2009 ini telah menghadirkan para narasumber dari Malaysia, Jepang, Belanda, Thailand, Inggris dan India, Australia. Termasuk kunjungan dan tatap muka rektorat dan dosen dengan Duta Besar India dikampus Unmar, pertemuan dengan Rektor dengan Presiden Republik India. Dijajaran diplomasi telah terjalin kerjasama jejaring dengan Kedutaan Vietnam, Kedutaan Chile dan Kedutaan Slovakia melalui program yang bersifat seni, film dan budaya. Selain itu kami selaku Rektor bersama Yayasan Unmar juga telah mengadakan kunjungan resmi ke Kamboja dan bertemu dengan Raja Kamboja di Istana Kerajaan Kamboja pada akhir 2008, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan sejumlah profesor dan doctor dalam sebuah forum di Linnean Society London, Inggris pada akhir 2008 diantaranya dari Amerika Serikat, India, Nepal, Inggris,Skotlandia  Belanda, Jerman, dan Suriname dan menandatangani sebuah Petisi Internasional yakni “The Internasional Meeting Of The Campign To Protect The Gulf Of Mannar”. Selain itu dalam periode tahun 2008 – 2009, pada tanggal 25 – 26 Nopember 2008 Universitas Mahendradatta telah mengadakan pertemuan dengan UNESCO di Eropa terkait Penyelamatan Situs Warisan Dunia. Selain itu Universitas Mahendradatta juga menghadirkan tokoh internasional dunia yakni Tushar Arun Gandhi,yang merupakan cucu kandung dari tokoh dunia yakni Mahatma Gandhi dalam sebuah program di Ubud pada 10 Nopember 2008. Selain itu Ketua Program Studi S2 Unmar yakni Dr.Inosentius Samsul telah mengikuti Korean – Asean Academic Conference di Burapha University Thailand pada 1 – 4 Pebruary 2009 mewakili Indonesia. Dan pada 6 Maret 2009, Unmar kedatangan wakil dari 11 perguruan  tinggi di India bertempat dikampus S1 Unmar dalam rangka penjajakan kerjasama program S2 dan S3 khususnya Fakultasi Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial Politik.

Selain itu Universitas Mahendradatta pada tahun 2008 – 2009 mengirimkan 2 orang mahasiswanya dalam program 50 mahasiswa internasional se-ASEAN di sejumlah kota di India pada 22 Maret – 2 April 2009. Selain itu juga Unmar dipercaya mengikuti Konferensi Reiyukai di Tokyo Jepang pada 21 Juli – 4 Agustus 2009.

8. PENGHARGAAN  MURI UNTUK UNMAR

Hingga tahun 2009, Universitas Mahendradatta telah dan akan mengumpulkan 4 koleksi

Rekor Dunia Indonesia dari Museum Rekor Indonesia ( MURI ) yakni :

  1. Rekor Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda Di Indonesia ( Usia 27 Tahun ) pada tahun 2008
  2. Rekor Rektor Universitas Termuda Di Indonesia ( Usia 28 Tahun ) pada tahun 2009
  3. Rekor Universitas Yang Menggunakan Rektor Termuda Di Indonesia pada tahun 2009
  4. Rekor Pemrakarsa Kitab Suci Hindu Bhagawad-Gita Terbesar  ( Ukuran 1,8 m x 2,6 m)Dan Terberat ( Seberat 1 Ton ) bekerjasama dengan World Hindu Youth Organisastion (WHYO) dan PT.BTDC Nusa Dua.